Satu pertanyaan yang mungkin timbul, apakah Alkitab pernah mengindikasikan suatu ordo salutis (urutan keselamatan) tertentu. Jawaban untuk pertanyaan ini adalah bahwa kendatipun Alkitab tidak secara eksplisit memberikan kepada kita susunan yang lengkap tentang keselamatan, Alkitab memberikan kita dasar yang cukup untuk urusan seperti itu. Pendekatan yang paling memadai yang dapat kita temukan dalam Alkitab bagi sesuatu yang seperti ordo salutis ini adalah pernyataan Paulus di Rom.8:29,30.

Beberapa uraian ayat berikut ini juga menggambarkan secara implisit mengenai konsep ordo salutis.

  1. Akitab mengajarkan bahwa kita dibenarkan hanya melalui iman dan bukan oleh pekerjaan kita, Rom.3:30; 5:1; Gal.2:16-20;
  2. Setelah dibenarkan kita mempunyai damai dengan Allah Rom.5:1,2;
  3. Dibebaskan dari dosa untuk menjadi hamba-hamba kebenaran, dan beroleh buah pengudusan, Rom.6:18,22;
  4. Setelah diangkat menjadi anak, kita menerima Roh yang menjamin kita dan menjadikan kita sesama pewaris dengan Kristus, Rom.8:15-17; Gal.4:4-6;
  5. Iman datang dari pendengaran akan Firman Tuhan, Rom.10:17;
  6. Kematian karena hukum Taurat membawa hidup bagi Allah, Gal.2:19-20;
  7. Ketika kita percaya, kita dimateraikan dengan Roh Kudus, Ef.1:13-14;
  8. Bahwa sangat perlu bagi kita untuk berjalan dalam panggilan dimana kita dipanggil, Ef.4:1,2;
  9. Setelah memperoleh kebenaran Allah melalui iman, kita menderita bersama dengan Kristus dan juga kuasa kebangkitan-Nya, Fil.3:9,10.
  10. Diperanakkan kembali melalui Firman Tuhan, 1Pet.1:23.

Ayat-ayat itu dan ayat-ayat lain yang sama menunjukkan hubungan dari berbagai gerakan karya penebusan antara yang satu dengan yang lain dan dengan demikian memberikan dasar bagi penyusunan suatu ordo salutis.

John Murray dalam bukunya “Redemption: Accomplished and Applied” membagi urutan ordo salutis dalam sembilan bagian. Panggilan Efektif, Regenerasi, Iman dan Pertobatan (Konversi), Pembenaran, Adopsi, Penyucian, Ketekunan, Kesatuan dengan Kristus dan Pemuliaan.

  • Panggilan Efektif (God’s general call);
  • Regenerasi / lahir baru (regeneration, tindakan kreatif Allah menjadikan kaum pilihan sebagai ciptaan baru dalam hatinya);
  • Konversi (convertion), menggunakan hati yang baru untuk menaggapi Injil dalam pertobatan (repetance) dan iman (faith).
  • Pembenaran (Justification), Dia menetapkan dan menyatakan kaum pilihan-Nya “tidak bersalah” [just] dan benar [righteous].
  • Adopsi (adoption), tindakan Allah dimana Dia mengakui kaum pilihan-Nya memiliki hak sebagai anak-anak Allah.
  • Pengudusan (penyucian dan ketekunan) atau sanctification, karya Roh Allah yang dengannya kaum pilihan dimampukan untuk bertekun dalam iman sehingga semakin sesuai kehendak Allah.
  • Pemuliaan (Kesatuan dengan Kristus dan Pemuliaan) atau Glorification; yang dengannya, di saat kebangkitan, orang percaya akan dibentuk dengan sempurna secara kekal di dalam Kristus baik tubuh maupun jiwa.
Iklan